26.4.14

Binar Mata Si Kecil

Pada suatu ketika saat ia dewasa, aku berharap anakku menyadari benih perkataanku semasa ia kecil. Bahwa impian suatu saat pasti terwujud.

Tak berapa lama lagi, aku harus menghadapi kenyataan baru. Hidup berdua saja dengan anakku. Berdua melalui apapun yang ditumpahkan hidup kepada kami. Memang ada banyak hal dari kehidupan yang terkadang tidak mampu kita kuasai, sehingga pada sebuah persimpangan, kita harus, mau tak mau, memilih satu jalan dengan jujur. Sebagai ibu, tentu saja ketakutan tak terjangkau di masa depan hampir selalu menghantui. Walau bagaimanapun, tak ada waktu lagi untuk khawatir. Waktu terus berjalan, dan hidup tak akan menunggu.

Aku dan anak perempuanku terbiasa memiliki waktu berdua saja. Sejak ia mulai makan menu keluarga, jika pergi makan ke restoran kami terbiasa makan sepiring berdua. Karena porsi makannya sedikit, begitupun aku. Jadi porsi restoran selalu pas. Kami sering jalan berdua saja untuk sekadar keluar dari rumah. Ketika kehidupan masih sulit, anakku tak pernah mengeluh berada di kendaraan umum meski keringatnya bercucuran. Tidak mengeluh ketika harus berjalan agak jauh untuk sampai ke pangkalan ojek. Tidak mengeluh ketika tidak punya banyak mainan yang indah dipandang. Anakku seakan belajar menahan dirinya tanpa berkata apapun. Namun bagiku, itu tidak sehat. Aku ingin mendengar apa yang ia impikan. Meski kecil saja. Aku selalu mencoba agar dia bercerita, memancingnya dengan membacakan buku, mengarang cerita apapun yang lewat di kepala (meski selalu mencari cerita yang cepat dan aneh, tapi ia selalu percaya dengan isi ceritanya), juga dengan mengobrol dekat-dekat.

Seiring waktu, mungkin juga sesuai umurnya, anakku mulai suka cerita. Lebih tepatnya berbicara dengan dirinya sendiri, berkhayal tentang apa saja. Dan ketika umurnya telah 5 tahun, ia secara natural menjadi pencerita yang terlalu cerewet. Tak terasa, ia mulai menceritakan semua impian-impiannya. Ia ingin bisa menari Hip Hop, ia ingin mencium lumba-lumba (akibat suatu hari aku pernah menunjukkan sebuah fotoku di masa kecil, dimana seekor lumba-lumba menciumku), ia ingin bermain bersama Minions (dan aku juga), hingga keinginannya menjadi guru bahasa Inggris saat dewasa kelak. Baginya, itu sangat keren. Dan kau tak akan melewatkan sedetikpun menyaksikan binar mata kecilnya memenuhi ruangan, dan seketika hatiku terasa hangat.

Kehangatan sederhana yang kalau bisa tak hilang sampai hidup harus selesai. Semua ibu pasti merasa begitu.

Tapi, bila kehidupan baru nanti terjadi, aku tak sanggup membayangkan seberapa besar kekuatan itu akan merenggut binar kecilnya. Maka aku bertekad untuk membawanya ke sebuah negeri impian. Tempat dimana semua yang indah dapat ia raih dan sentuh dengan jiwanya. Di tiap keindahan itu aku akan berlutut, mensejajarkan diriku dengannya, dan berkata, "kalau kamu sudah besar, kamu akan kembali kepada impianmu, di manapun ia berada, seperti yang terjadi pada kita hari ini."

Dan bukankah ada sebuah pulau di negeri seberang yang mampu menyajikan segala keindahan itu? Bila Dolphin Island dapat begitu ramah kepada anak-anak, lalu Universal Studio menjanjikan permainan menakjubkan (juga Minions!), siapa yang dapat mengelak sebuah pesona dari Resort World Sentosa?

Dan semoga ia akan mengingatnya sampai waktunya tiba. Tapi sekarang, biar kami nikmati hidup meski hanya berdua.


/dinnah_

26.2.13

Heloo, Bogor: Chaotica Is Available at Syallo


Finally, Chaotica arrives at Bogor, a city where my dear friends live and I lived there too for several years when I was a teenager. (ups..too much info)

Please stop by at Syallo, Jl. Pakuan no. 111 (near LB LIA English Course). You will find some of other product made by local crafters. From customized model shoes by BIGREY Shoes, vintage dresses by Syallo, illustrated tote bags by Voila Totes, some nice home decoration and bags from Cenik Renik, tees with great great design from WORDZ! to loooots of handmade accessories with unique design and I might say each crafters has their own particular design.

If you'd love to see another design of Chaotica, please visit Chaotica's Facebook page here at anytime. Or talk to me on twitter @chaoticaaa or via LINE dinna89.

xoxo
D

25.10.12

Between Auntie Tigress and Tesla



I took this Jade pendant back in my (long-forgotten) Mother's jewelry box. I kept it, and have been BELIEVING ever since, that this pendant would mean something, someday. A story titled Auntie Tigress (Bibi Harimau, Erlangga), retold by Gia-Zhen Wang has given a feeling of ancient china culture in every detail of the story. The Auntie herself is very fond of jewelry. Soon after I finish reading, I gave my honor to the Jade pendant and made this pretty necklace. The 3 little things is just me having fun counting 1, 2, 3. Like Tesla, he liked the number 3.

24.10.12

chaotica





Finally, after a very long time googling, craft bazaar hopping, raw material searching, saving some money to buy the materials, organizing some work and finish it so I could spare time to do everything I've ever wanted for so so long....I did it. My very precious accessories line...... 'chaotica'.

The brand itself is discovered through so many events I have day by day. Something like shit do happen, like life is giving us a joke, but somehow we still manage to survive, and laugh it off ourselves. So it's like a celebration of embracing the shit happened. That sounds not so cool, I know. Hahaha.

But.
When I started it, I have so much plan. Like where I should sell it, to whom I should share it, who will gonna buy it, how much price I should offer, and simply what design I should make in every piece. These...seem very simple but the execution still not easy. Because I DON'T KNOW what to think. Pretty chaotic. Then... A HA! chaotica it is. :D quite a show.

See my online shop here and follow the twitter here.

Thank you. And horaaay to me! :p

20.8.12

Feeling Pouchy

click to enlarge


Pouches are good and always useful and give a little feeling how organized person we are by putting everything we need very neatly there. I purchased these pouches from friends of Institut A (the ones with patches), the rosy printed one was given from my gf Uchie as she wrote a note about I have to be a strong woman dealing with work and my love life -how lovely and she made it by herself knowing how I love rose and the fact that I told her why I like Rose so much (it's a symbol for motherhood as far as I know), and mostly I bought them from the flea market, less than a dollar for 3 pieces. Of course I bought them because of the thought that they could be useful someday. Sometimes we just need something to take away...with style. or not. :D

Anyway, this is the last post of my collection during the Tidy Up My Room Day. I want to post some of my Hello Kitty collection but it's not ready now. I'm still waiting for the figurin of her studying. It's very cute and represents a part of me who still wants to take some class to study photography which I love to do in very recently.

Also, I'm looking forward to see your collection. :)

xo